Feeds:
Tulisan
Komentar

Indahnya Kesabaran

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS 2:155)
Sabar merupakan bagian dari kecerdasan emosi berupa sifat pengendalian diri. Sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya.

Berilah berita gembira pada orang-orang yang sabar, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Menurut Rabiah Adawiyah, Orang yang sabar adalah orang yang gembira hatinya ketika mendapat musibah sama gembiranya ketika ia mendapat berkah. Karena orang yang sabar yakin segala sesuatu itu datang dari Allah dan apa yang datang dari Allah adalah yang terbaik sehingga ia bergembira.

Sabar bukanlah pasrah yang menerima segala sesuatu tanpa melakukan apapun. Sabar adalah usaha maksimal yang dilakukan dan selanjutnya menyerahkan hasilnya pada keputusan Allah. Sabar merupakan suatu keadaan hati yang rela dan ridha atas apapun ketentuan Allah.

Ada 5 hal yang menuntut kesabaran dalam menghadapi dan menjalankannya, yaitu;
1. Sabar dalam beribadah
Menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan, tidak buru-buru, berat maupun ringan dijalankan dengan sungguh-sungguh. Salah satu ibadah yang menuntut kesabaran yang tinggi adalah Shalat berjamaah. Rajin Shalat berjamaah dapat melatih kesabaran.

2. Sabar dalam berjihad
Berjihad atau berjuang tidak hanya dalam berperang, menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh juga merupakan jihad. Meningkatkan disiplin diri, rajin, memberikan pelayanan yang baik (pelayanan prima) adalah implementasi jihad yang nyata. Melayani dan memenuhi kebutuhan keluarga juga termasuk jihad. Jadi bersabarlah dalam berjihat, bersabar dalam bekerja, bersabar dalam berkeluarga.

3. Sabar dalam menghadapi maksiat
Sesungguhnya musibah yang ditimpakan memperlihatkan akibat perbuatan manusia itu sendiri, diturunkan sebagai peringatan supaya mereka kembali bertaqwa. Sabar dalam menghadapi maksiat bukan berarti membiarkannya merajalela, tetapi mencegahnya dengan segala upaya. Mulai dari kekuasaan, tindakan, dan perkataan. Dan selemah-lemah upaya adalah dalam hati dengan tekad, mulailah dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, saat ini.

4. Sabar dalam urusan dunia
Selalu melihat kebawah, merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah (d’masiv)

5. Sabar dalam menghadapi musibah
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. (QS 2:155)
Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

Sabar dalam menghadapi musibah, menerima dengan ikhlas karena setiap musibah yang ditimpakan pada manusia sesuai dengan kapasitas yang sanggup dipikul oleh manusia itu. Sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan

Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berkata; “Ketika Ku timpakan musibah pada seorang hamba, lalu ia bersabar, sungguh Aku malu menghitung dosanya pada Hari Kiamat”. Subhanallah.., indahnya. Jadi hiasilah dirimu, hatimu dan hari-harimu dengan sabar karena sesungguhnya sabar adalah pakaian yang indah dan Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar.

Disampaikan oleh: Ustad Imam Zaedar (pemimpin yang membawa Rahmat), saat Wirid pengajian anggota Korpri Pemko Bukittinggi, pada Hari Jum’at 13 November 2009.

Spesialist in Generalist

Praktisi birokrat, apapun jabatan dan kedudukannya, harus pandai memposisikan diri sebagai pemimpin, pemimpin yang melayani, memberi dan memahami. Untuk bisa menjadi pemimpin yang People-need oriented, abdi negara (begitu juga PNS biasa disebut), harus jeli mencermati fenomena yang terjadi dalam masyarakat, mampu memahami kebutuhan masyarakat secara menyeluruh namun mengerti detail dari masing-masing persoalan.

Memahami persoalan secara menyeluruh berarti mempunyai gambaran umum (generalist) terhadap sebuah fenomena, latar belakang, sebab-akibat, hubungannya dengan masalah-masalah lain, dan sebagainya. Sedangkan mengerti detail dari masing-masing persoalan diperlukan untuk mengambil kebijakan yang tepat guna pemecahan persoalan tersebut. Mengerti detail (spesialist) bukan berarti teknis, namun harus mampu menjawab keingintahuan masyarakat sehubungan dengan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jadi mengerti detail disini dimaksudkan mempunyai pengetahuan yang cukup sehingga tidak memberikan penjelasan yang keliru dan membingungkan masyarakat.

Kemampuan untuk menjadi Spesialist in Generalist ini terutama sekali dibutuhkan untuk mereka yang berada dilapangan dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Jadi… mari mencermati, mari peduli, mari berbagi.
Kemampuan untuk memahami bisa dimiliki oleh orang-orang yang bekerja dengan tulus dan ikhlas mengedepankan nurani namun tidak mengabaikan logika. Walau sulit namun indah. Selamat mencoba, Selamat Bekerja.

Memungut kembali nasehat seorang “Maha Praja” senior Drs. Usman Amir (alm), very-very hight quality person.

Setelah Hibernasi Panjang

Ternyata kangen juga setelah beberapa lama nggak up date blog kesayangan yang telah amat berjasa mempublikasikan eksistensi diriku ke dunia, walaupun cuma dunia maya, namun Alhamdulillah cukup banyak diterima dan memberi manfaat bagi sesama. Serangkaian aktivitas telah mengalihkan perhatian menulisku diblog tercinta ini. Pregnancy, giving a birth, take care of the baby, just several natural thing…, seharusnya sih tidak menghambat proses menulis, dasar malas aja kali ya, plus belum bisa menerapkan time management dengan baik sehingga terjadi penurunan aktivitas menulis yang cukup drastis. Dan satu lagi yang mau diungkapkan, dan terasa sedikit mengganggu terutama dari segi pemanfaatan waktu, I’m a game hollic, sorry guys.., I also an ordinary people who needs some fun…, but now i’m trying to get back, promise.., but i steel need your help.

Sekarang saatnya kembali kecita-cita semula, being a writer. Apapun aktivitasnya, menulis harus jalan terus. Sesibuk apapun tulisan harus rampung. Soalnya mustahil bisa jadi penulis beneran tanpa latihan menulis, apapun topiknya yang penting tulis aja dulu bener salahnya, bagus atau jelek itu urusan belakangan, tulis aja, tulis aja apa yang terasa just follow your heart (he…he…ni namanya self motivation). So.., guys here I come.

Dalam kesempatan ini juga mau minta maaf kalau komentar dan pertanyaan para pengunjung agak telat di respons, semoga tidak kecewa ya.., dan jangan bosan2 mengaduk-aduk isi blog ini, biar diriku tambah semangat menulis. Selain itu juga mohon dimaklumi kalau belum sempat mengunjungi blog teman-teman buat silahturahmi. Akhir kata mohon do’anya agar diriku dan kita semua bisa menghasilkan karya yang bermutu. Terimakasih.

AMANAH

Setelah setahun diproses, akhirnya kasus dugaan mark-up pembelian tanah oleh beberapa pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi berakhir dengan vonis bebas oleh Pengadilan Negeri Bukittingggi pada Hari Rabu 24 Juni lalu. Segala tuduhan yang ditimpakan pada para pajabat tersebut tidak terbukti selama proses pemeriksaan dan dipersidangan selanjutnya dinyatakan bersih dan bebas dari segala tuntutan. Hal ini tentu saja sangat melegakan semua pihak terutama keluarga, kerabat dan juga sahabat. Setahun sudah menanggung derita berpisah dengan orang-orang tercinta menghadapi berbagai cobaan.

Keputusan sidang pada hari itu melangitkan syukur, mengharu biru menghapus sejenak rasa pilu mengenang masa-masa penuh ujian iman yang telah berlalu. Pada hari itu dikumandangkan puja dan puji pada Illahi yang telah memperlihatkan kebesaran-Nya. Apa yang telah dialami kiranya dapat dijadikan pelajaran hidup bagi kita semua. Karena tak satu peristiwapun yang ditimpakan Yang Maha Kuasa kecuali ada hikmah dibalik semuanya dan itulah pelajaran bagi orang-orang yang berfikir.

Diatas semua kebahagiaan itu ada hal penting yang masih perlu dilakukan, yaitu pemulihan nama baik para tersangka, menstabilkan kondisi mental keluarga terutama sekali anak-anak. Kerugian materi mungkin bisa terganti namun beban mental yang dialami tak mungkin bisa pergi dalam sehari, butuh waktu dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu pada saat wirid pengajian anggota korpri kemarin diamanahkan kepada semua agar dapat memulihkan lagi nama baik para pejabat Pemerintah Kota Bukittinggi yang kebetulan sedang diuji imannya oleh Allah SWT menjalani cobaan hidup yang cukup berat ini. Para terpilih ini adalah orang-orang yang dianggap kuat oleh Allah untuk melaksanakan ujian karena belum tentu setiap orang mampu menanggung beban seberat mereka. Semoga saja setelah segala yang dialami selama ini dapat meningkatkan kualitas pribadi-pribadi yang telah diuji.

Sebagai renungan buat kita semua janganlah terlalu bersedih atas musibah yang ditimpakan Allah dan jangan juga terlalu gembira atas segala kenikmatan yang diterima karena segalanya adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Semoga saja kabar baik ini dapat menutupi semua berita buruk yang telah tersebar. Karena menyampaikan kebaikan lebih mulia dibandingkan menyebarkan keburukan, berlomba-lombalah menuju kebaikan. Semoga Allah melindungi kita semua.

Special thanks to Pak Mel,

Seorang sahabat memang memukul dengan keras. Saking kerasnya nangis sampe pagi Tapi kini udah bisa senyum lagi He…he.., peace…

Hidup tanpa tujuan bagaikan perjalanan tanpa arah yang sering membuat kita kebingungan. Orang yang cerdas biasanya mengetahui apa yang mereka inginkan dan kemana tujuan hidup mereka.

Disadari atau tidak, setiap kita tentu sudah mempunyai tujuan hidup masing-masing. Namun tujuan-tujuan tersebut mungkin belum tergambar dengan jelas sehingga pencapaiannya sulit diukur. Contohnya, Saya ingin bahagia…, saya ingin kaya…, saya ingin pintar. Apa yang bisa membuat kita merasa bahagia? Apa yang kita maksud dengan kaya? Pintar dari segi apakah yang dimaksud? Semua tujuan-tujuan itu masih terlalu abstrak dan sangat luas.

Sebuah contoh sederhana tentang keinginan adalah jika kita sangat ingin mempunyai sebuah PC (Personal Computer) seharga 5 juta rupiah. Jika setiap bulannya kita mampu menyisihkan Rp. 500.000,- maka sepuluh bulan kedepan impian memiliki PC pasti akan terwujud. Akan ada kepuasan lebih jika kita mampu mencapai tujuan itu lebih cepat dari target, dengan usaha ekstra tentu saja.

Agar tujuan hidup kita dapat terlihat dan terukur dengan jelas, berikut ini adalah langkah-langkah sederhana dalam menetapkannya:
1. Membuat Daftar Tujuan
Daftar tujuan terdiri dari hasrat, keinginan, harapan, impian, kehendak. Buat daftar tujuan berdasarkan klasifikasi yang dibutuhkan. Misalnya berdasarkan waktu; tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Untuk memudahkan tetapkan waktu yang jelas. Contohnya Yang akan dicapai pada tahun ini, 5 tahun kedepan, 10 tahun lagi.

2. Gunakan Kriteria SMART untuk Tujuan-tujuan Anda
Specific (jelas); buatlah tujuan yang jelas, tidak abstrak dan mudah dimengerti.
Measurable (dapat diukur); pengukuran akan memberikan bukti tentang apa yang sudah dan belum dicapai.
Archiveable (dapat dicapai); jangan terlalu muluk-muluk, tetapi bukan berarti sederhana saja.
Realistic (masuk akal); tetapkan tujuan yang logis.
Timely (tepat waktu); gunakan waktu sebagai sumber daya, semakin tepat waktu pencapaian tujuan, semakain banyak tujuan yang bisa dicapai.

3. Ungkapkan Tujuan dalam Istilah yang Positif
Penggunaan istilah yang positif sangat penting berkenaan dengan cara dan mekanisme tujuan pikiran bawah sadar bekerja. Sikap optimis menghasilkan kesuksesan yang lebih banyak, prosesnya lebih dapat dinikmati tidak peduli berhasil atau tidak.

4. Membuat Indera Pendeteksi Tujuan
• Lengkapi setiap tujuan dengan penglihatan, pendengaran dan perasaan, dengan perlengkapan indera pendeteksi realitas.
• Indera pendeteksi tujuan berguna untuk menentukan apa yang realistis yang dapat dicapai.

5. Meluruskan Tujuan
• Agar tidak ada tujuan-tujuan yang saling bertentangan
• Terciptanya harmonisasi antar tujuan

6. Menghargai Orang Lain
Tetapkan tujuan yang tidak merugikan kepentingan orang lain, sebaliknya usahakan orang lain juga menerima manfaat dari tujuan yang ditetapkan.

7. Buat Pertanyaan Penguji Tujuan
• Apakah saya benar-benar menginginkan hal ini?
• Apa yang saya dapatkan setelah tujuan ini tercapai?
• Apa yang sesungguhnya saya inginkan dari tujuan ini?
• Apa keuntungan yang saya dapatkan dari tujuan ini?
• Apakah orang lain menerima manfaat dari tujuan yang ingin saya capai?

Setiap orang mempunyai tujuan hidup masing-masing yang sangat spesifik dan berbeda-beda. Tujuan hidup bisa saja sangat kompleks dan rumit, namun bisa juga sangat sederhana. Namun dengan mengetahui tujuan hidup kita dengan sangat jelas adalah sangat menyenangkan, tidak peduli berhasil atau tidak, yang penting kita menikmati prosesnya. Untuk itu biasakan membuat daftar tujuan, mulailah dari yang sederhana, target harian, bulanan, tahunan dan seterusnya. Dari hal yang kecil, dan mulailah saat ini, kalau ditunda-tunda jadi nggak asyik lagi.

Namun yang paling penting diingat adalah kewajiban manusia adalah berusaha, hasil akhir tentu saja ditangan Yang Maha Kuasa. Selain berusaha jangan lupa juga berdo’a. Usaha tanpa do’a adalah kesombongan, Do’a tanpa usaha adalah sia-sia. “Ora et Labora”. Selamat mencoba, nikmati hidup anda semoga sukses.

PERHIASAN DUNIA

Dunia adalah salah sebuah tempat ciptaan Allah SWT yang diantara penghuninya adalah manusia. Dengan segala berkah yang diberikan Allah pada manusia, maka manusia dapat menjadikan dunia sebagai tempat kediaman sementara sebelum menuju keabadian yang dinjanjikan oleh sang Penciptanya.

Adapun perhiasan-perhiasan yang menjadikan dunia ini indah, tentram dan damai antara lain adalah:
1. Ilmunya para Ulama dan Cendikia

Ilmu itu adalah rohnya Islam, menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim. Ilmu membuat seseorang menjadi mulia. Sebagaimana Firman Allah: ” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah [58] : 11)

Alangkah indahnya jika di dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berilmu.
Ilmu yang wajib dituntut adalah ilmu yang bermanfaat, dapat menyebabkan kita semakin mengenal dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, memberi kebahagiaan bagi kita, keluarga, dan masyarakat baik di dunia mau pun di akhirat. Itulah ilmunya para Ulama dan Cendikian yang wajib kita tuntut untuk menciptakan rangkaian perhiasan dunia.

2. Keadilan para Pemimpin
Pemimpin yang adil pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya, memperhatikan hak-hak yang ada secara konkrit kemudian memberikan hak tersebut sesuai kapasitas penerima. Pemimpin yang adil, tegas secara emosi, tidak memihak pada golongan tertentu bahkan karib dan kerabatnya sendiri, sebagaimana Firman Allah:
“Wahai orang-orang beriman, jadilah kau penegak keadilan, menjadi saksi Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.” (Qs. An-Nisa [5] : 135).
Pemimpin dengan segala kuasa yang ada padanya berpotensi untuk berlaku tidak adil, untuk itu keindahan dunia bergantung pada keadilan para pemimpinnya.

3. Kejujuran para Pelaku Ekonomi
Jujur adalah mata uang dunia dan akhirat. Jika para pelaku ekonomi baik penjual maupun pembeli memakai jujur sebagai landasan perniagaan, maka keuntungan yang didapat tidak saja didunia tapi juga diakhirat. Kejujuran adalah ketenangan, kejujuran dipuji dan diagungkan. Dunia yang diliputi oleh kejujuran adalah dunia yang tenang, ketenangan adalah keindahan.

4. Ketaatan Hamba beribadah pada Allah
Secara harfiah ibadah dapat diartikan sebagai bakti manusia kepada Allah yang didorong atau dibangkitkan oleh Aqidah Tauhid. Ibadah yang menjadi perhiasan dunia ini bukan hanya ibadah ritual yang telah ditentukan, namun segala aktifitas dan tindakan manusia hendaklah berdasarkan ketaatannya pada Allah. Segala sesuatu yang diniatkan karena Allah, akan menciptakan sebuah keindahan karena keikhlasan selalu meyertai pelaksanaanya.

5. Tegaknya Disiplin
Disiplin adalah sikap menaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan tanpa pamrih. Dalam ajaran Islam banyak ayat Al Qur’an dan Hadist, yang memerintahkan disiplin dalam arti ketaatan pada peraturan yang telah ditetapkan, antara lain surat An Nisa ayat 59, yang artinya :
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul-Nya dan kepada Ulil Amri dari (kalangan) kamu………….” (QS An Nisa[5] : 59)
Disiplin adalah kunci sukses, sebab dalam disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha, pantang mundur dalam kebenaran, dan rela berkorban dan jauh dari sifat putus asa.
Disiplin akan menciptakan keteraturan, segala sesuatu yang teratur adalah keindahan.

Manusia mempunyai kemampuan agar dunia tempat pengabdian pada sang Khalik ini menjadi indah dan penuh kedamaian dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, berlaku adil dan jujur, taat beribadah serta mengakkan disiplin. Dengan demikian implementasi kehidupan surga dunia yang sesungguhnya dapat diwujudkan dengan memakaikan perhiasan-perhiasan indah dalam kehidupan didunia.

Faktor Pembentuk Keberhasilan

Keberhasilan dibentuk oleh diri sendiri. Kewajiban kita sebagai manusia adalah memproduksi keberhasilan dengan potensi yang dianugerahkan pada kita. Setiap orang berpotensi untuk berhasil dengan tekat dan usaha yang dibutuhkan untuk membentuk keberhasilan yang diinginkan. Keberhasilan didukung oleh beberapa faktor, antara lain:

SIKAP
Sikap yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan adalah meninggalkan sikap Jahiliyah (bodoh, malas) menjadi sikap Madani (mudun, modern, menginginkan kemajuan).
Sikap yang diteladani untuk menciptakan sukses adalah sikap Nabi Muhammad SAW;

  1. Fathanah (Cerdas), pandai meletakkan sesuatu pada tempatnya, mana yang dahulu dan kemudian mana yang perlu dan kurang perlu. Kecerdasan perlu diasah agar semakin tajam.
  2. Amanah (Jujur), dapat dipercaya. Sebuah sikap jiwa yang butuh pemeliharaan. Lahir dari rasa syukur dan sabar.
  3. Siddiq (Benar), baik dalam perkataan perbuatan dan keyakinan.
  4. Thabligh (Menyampaikan), suka menyebarkan kebaikan, membagi ilmu yang bermafaat.

INTERAKSI
Senang bersilaturahim, membangun hubungan baik secara batiniah dan penuh kasih sayang, menghubungkan hati dengan hati. Orang yang bisa berinterkasi dengan baik cenderung untuk berhasil dalam banyak hal.

ILMU
Tanpa ilmu prestasi/keberhasilan tidak mungkin ada. Ilmu bukanlah sesuatu yang datang, tapi harus dicari dan dikejar. Ilmu itu liar ia harus diikat agar tetap melekat. Cara mengikatnya adalah dengan banyak membaca dan mencatat.

KARYA
Keberhasilan akan nampak dalam amal dan karya yang dihasilkan. Karya dikatakan menjadi hasil apabila Lillahita’ala.
Kunci karya menuju keberhasilan dimulai dengan niat yang baik karena Allah.

(Nesehat H. Mas’ud Abidin pada Wirid pengajian bulanan anggota Korpi Pemko Bukittinggi pada tanggal 30 Januari 2009)

KECERDASAN EMOSI

Kecerdasan Emosi atau Emotional Quotation (EQ) meliputi kemampuan mengungkapkan perasaan, kesadaran serta pemahaman tentang emosi dan kemampuan untuk mengatur dan mengendalikannya.

Kecerdasan emosi dapat juga diartikan sebagai kemampuan Mental yang membantu kita mengendalikan dan memahami perasaan-perasaan kita dan orang lain yang menuntun kepada kemampuan untuk mengatur perasaan-perasaan tersebut.

Jadi orang yang cerdas secara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan-perasaan, tetapi juga memahami apa artinya. Dapat melihat diri sendiri seperti orang lain melihat kita, mampu memahami orang lain seolah-olah apa yang dirasakan orang itu kita rasakan juga.

Tidak ada standar test EQ yang resmi dan baku. Namun kecerdasan Emosi dapat ditingkatkan, baik terukur maupun tidak. Tetapi dampaknya dapat dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Banyak ahli berpendapat kecerdasan emosi yang tinggi akan sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup.

Setidaknya ada 5 unsur yang membangun kecerdasan emosi, yaitu:
1. Memahami emosi-emosi sendiri
2. Mampu mengelola emosi-emosi sendiri
3. Memotivasi diri sendiri
4. Memahami emosi-emosi orang lain
5. Mampu membina hubungan sosial

Sejauh mana kecerdasan emosi anda? Untuk mengetahuinya, kelima unsur diatas dapat dijadikan barometer untuk mengukur apakah anda termasuk orang yang cerdas secara emosi.  Berikut ini adalah hal-hal spesifik yang perlu dipahami dan dimiliki oleh orang-orang yang cerdas secara emosi:

Mengatasi Stress
Stress merupakan tekanan yang timbul akibat beban hidup. Stress dapat dialami oleh siapa saja. Toleransi terhadap stress merupakan kemampuan untuk bertahan terhadap peristiwa-peristiwa buruk dan situasi penuh tekanan tanpa menjadi hancur. Ini berarti mengelola stress dengan positif dan merubahnya menjadi pengaruh yang baik.
Orang yang cerdas secara emosional mampu menghadapi kesulitan hidup dengan kepala tegak, tegar dan tidak hanyut oleh emosi yang kuat. Cenderung menghadapi semua hal, bukannya lari dan menghindar. Dapat mengelakkan pukulan sehingga tidak hancur dan tetap terkendali. Mungkin sesekali terjatuh namun tidak terpuruk sehingga dapat berdiri tegak kembali.

Mengendalikan Dorongan Hati
Merupakan karakteristik emosi untuk menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Hal ini sering juga disebut “menahan diri”.
Orang yang cerdas secara emosi tidak memakai prinsip “harus memiliki segalanya saat itu juga”. Mengendalikan dorongan hati merupakan salah satu seni bersabar dan menukar rasa sakit atau kesulitan saat ini dengan kesenangan yang jauh lebih besar dimasa yang akan datang. Kecerdasan emosi penuh dengan perhitungan.

Mengelola Suasana Hati
Merupakan kemampuan emosionil yang meliputi kecakapan untuk tetap tenang dalam suasana apapun, menghilangkan gelisahan yang timbul, mengatasi kesedihan atau berdamai dengan sesuatu yang menjengkelkan.

Orang yang cerdas secara emosi tidak berada dibawah kekuasaan emosi. Mereka akan cepat kembali bersemangat apapun situasi yang menghadang dan tahu cara menenangkan diri.

Mengelola suasana hati bukan berarti menekan perasaan. Salah satu ekspresi emosi yang bisa timbul bagi setiap orang adalah marah. Menurut Aristoteles, Marah itu mudah. Tetapi untuk marah kepada orang yang tepat, tingkat yang tepat, waktu, tujuan dan dengan cara yang tepat, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang cerdas secara emosi.

Ketiga hal tersebut diatas, merupakan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi-emosi diri sendiri yang harus dimiliki oleh orang-orang yang dikatakan cerdas secara emosi.

Memotivasi Diri
Orang dengan keterampilan ini cenderung sangat produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka hadapi. Ada banyak cara untuk memotivasi diri sendiri antra lain dengan banyak membaca buku atau artikel-artikel positif, “selftalk”, tetap fokus pada impian-impian, evaluasi diri dan sebagainya.

Memahami Orang lain
Menyadari dan menghargai perasaan-perasaan orang lain adalah hal terpenting dalam kecerdasan emosi. Hal ini juga biasa disebut dengan empati.
Empati bisa juga berarti melihat dunia dari mata orang lain. Ini berarti juga dapat membaca dan memahami emosi-emosi orang lain.
Memahami perasaan orang lain tidak harus mendikte tindakan kita. Menjadi pendengar yang baik tidak berarti harus setuju dengan apapun yang kita dengar.
Keuntungan dari memahami orang lain adalah kita lebih banyak pilihan tentang cara bersikap dan memiliki peluang lebih baik untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Kemampuan Sosial
Memiliki perhatian mendasar terhadap orang lain. Orang yang mempunyai kemampuan sosial dapat bergaul dengan siapa saja, menyenangkan dan tenggang rasa terhadap orang lain ynag berbeda dengan dirinya.

Tingkah laku seperti itu memerlukan harga diri yang tinggi, yaitu: menerima diri sendiri apa adanya, tidak perlu membuktikan apapun (baik pada diri sendiri maupun orang lain), bahagia dan puas pada diri sendiri apapun keadaannya.

Kemampuan sosial erat hubungannya dengan keterampilan menjalin hubungan dengan orang lain. Orang yang cerdas secara emosi mampu menjalin hubungan sosial dengan siapa saja. Orang-orang senang berada disekitar mereka dan merasa bahwa hubungan ini berharga dan menyenangkan. Ini berarti kedua belah pihak dapat menjadi diri mereka sendiri.
Orang-orang dengan kecerdasan emosi yang tinggi bisa membuat orang lain merasa tentram dan nyaman berada didekatnya. Mereka menebar kehangatan dan keterbukaan atau transparansi dengan cara yang tepat.

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cerdas secara Emosi?
Anda dan orang-orang disekitar Anda-lah yang tahu.

Atau Anda ingin menjadi Orang yang Cerdas secara Emosi?
Sepertinya tidak terlalu sulit bukan?
Selamat mencoba, Semoga Berhasil.

(Buat Jiwakelana terimakasih, pertanyaannya inspiratif sekali).

KENALI POTENSI INTELEGENSI ANDA

Intelegensi atau kecerdasan diartikan dalam berbagai dimensi oleh para ahli. Donald Stener, seorang Psikolog menyebut intelegensi sebagai suatu kemampuan untuk menerapkan pegetahuan yang sudah ada untuk memecahkan berbagai masalah. Tingkat intelegensi dapat diukur dengan kecepatan memecahkan masalah-masalah tersebut.

Intelegensi secara umum dapat juga diartikan sebagai suatu tingkat kemampuan dan kecepatan otak mengolah suatu bentuk tugas atau keterampilan tertentu. Kemampuan dan kecepatan kerja otak ini disebut juga dengan efektifitas kerja otak. Potensi intelegensi atau kecerdasan ada beberapa macam yang dapat didentifikasikan menjadi beberapa kelompok besar yaitu;

1. Intelegensi Verbal-Linguistik
Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan bahasa dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan membaca dan menulis.

2. Intelegensi Logical-Matematik
Merupakan kecerdasan dalam hal berfikir ilmiah, berhubungan dengan angka-angka dan simbol, serta kemampuan menghubungkan potongan informasi yang terpisah.

3. Intelegensi Visual Spasial
Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan seni visual seperti melukis, menggambar dan memahat. Selain itu juga kemampuan navigasi, peta, arsitek dan kemampuan membayangkan objek-objek dari sudut pandang yang berbeda.

4. Intelegensi Kinestetik Tubuh
Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan perasaan atau disebut juga dengan bahasa tubuh (body language). Kecerdasan ini berhubungan dengan berbagai keterampilan seperti menari, olah raga serta keterampilan mengendarai kendaraan.

5. Intelegensi Ritme Musikal
Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan mengenali pola irama, nada dan peta terhadap bunyi-bunyian.

6. Intelegensi Intra-Personal
Kecerdasan yang berfokus pada pengetahuan diri, berhubungan dengan refleksi, kesadaran dan kontrol emosi, intuisi dan kesadaran rohani. Orang yang mempunyai kecerdasan intra-personal tinggi biaasanya adalah para pemikir (filsuf), psikiater, penganut ilmu kebatinan dan penasehat rohani.

7. Intelegensi Interpersonal
Kecerdasan yang berhubungan dengan keterampilan dan kemampuan individu untuk bekerjasama, kemampuan berkomunikasi baik secara verbal maupun non-verbal. Seseorang dengan tingkat kecerdasan Intrapersonal yang tinggi biasanya mampu membaca suasana hati, perangai, motivasi dan tujuan yang ada pada orang lain. Pribadi dengan Potensi Intelegensi Interpersonal yang tinggi biasanya mempunyai rasa empati yang tinggi.

8. Intelegensi Emosional
Kecerdasan yang meliputi kekuatan emosional dan kecakapan sosial. Sekelompok kemampuan mental yang membantu seseorang mengenali dan memahami perasaan orang lain yang menuntun kepada kemampuan untuk mengatur perasaan-perasaan diri sendiri.

Setelah mengetahui beragam potensi intelegensi, kita dapat meningkatkan dan menciptakan intelegensi atau kecerdasan dengan melatih otak melalui cara-cara yang tepat.  Dan menurut para ahli potensi untuk meningkatkan kecerdasan ini dapat terjadi pada usia berapa saja. Walaupun masih diakui bahwa faktor genetik juga berperan menentukan tingkat kecerdasan, tak dapat dipungkiri juga kalau stimulasi yang benar juga berpengaruh untuk menciptakan orang-orang cerdas.

Jadi berapapun usia anda, apapun profesi anda, kenali potensi kecerdasan yang anda miliki. Ingin terlihat lebih cerdas dan menjadi lebih cerdas? Lakukan stimulasi yang benar terhadap potensi intelegensi yang anda miliki.

Sumber: sebagian besar diambil dari Boost Your Intelligence by Harry Alder

Tulisan Sebelumnya »