Topik Oprah pagi ini menarik hingga bisa membuat saya duduk manis didepan TV tanpa melakukan kegiatan lain kecuali pas iklan. Yang membuat saya tertarik adalah kata pembuka Oprah yang mengatakan kalau kaum perempuan harus mengikuti apa yang akan diperbincangkan hari ini. Karena merasa berkentingan saya menyimak dengan seksama.
Ternyata isinya adalah wawacanra dengan Elizabeth Gilbert penulis buku fenomenal “eat, pray, love”. Melalui buku tersebut Liz menceritakan bagaimana ia bangkit dari keterpurukan pasca perceraian setelah perkawinan yang tidak membawa kebahagiaan dalam kehidupannya. Kebangkitannya dalam menemukan pencerahan hidup dilaluinya dengan melakukan perjalanan kebeberapa tempat di belahan dunia.
Dibagian awal bukunya diceritakan bahwa Liz sering terjaga tengah malam dan mendapati dirinya menangis sendiri dikamar mandi. Kejadian ini berlangsung beberapa lama, terbangun jam 3 pagi dan menangisi nasib dikamar mandi sampai akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan. Tempat pertama yang menjadi tujuannya adalah Italy, tempat yang indah untuk bersenang-senang dan gudangnya makanan enak. Di sini Liz menyantap semua makanan kesukaannya, pizza, pasta, apa saja yang diinginkannya, hingga setelah 4 bulan di sana bobotnya naik 24 ponds. Ini dilakukannya dalam rangka berdamai dengan dirinya yang mana sangat bertentangan dengan gaya hidup perempuan Amerika yang mengharamkan mengkonsumsi kalori berlebihan, dimana mereka akan merasa sangat berdosa sekali setelah memasukkan makanan enak keperut mereka.
Tujuan selanjutnya adalah India, tempat dimana Liz belajar meditasi dan yoga. Disini ia menemukan ketenangan batin dan mulai terbiasa berdoa setelah merasa dekat dengan “Tuhan” katanya. Elizabeth mengabiskan 4 bulan di India sebelum akhirnya menuju Bali. “Mengapa Bali”, tanya Oprah. Karena Bali merupakan perpaduan antara kesenangan, keindahan dengan kedamaian dan ketenagan batin. Perpaduan yang saya cari saya temukan disana. Diakhir perjalanannya inipun Liz akhirnya menemukan cintanya dan menikah disana.
Sebelum mengakhiri wawancara, ada 3 tips yang diberikan Liz agar hidup yang dijalani lebih bermakna;
1. Saat bangun di pagi hari ucapkan pada diri sendiri “What you really-really-really wants? “Mengapa 3 kali really”, tanya Oprah. Maksudnya adalah yang benar-benar-benar diinginkan dalam hidup, untuk kebahagiaan diri sendiri.
2. Setiap Minggu tuliskanlah hal-hal apa saja yang membuat anda merasa bahagia dalam menjalani kehidupan ini. Intinya moment apa saja yang membuat anda merasa bahagia, dan untuk selanjutnya dapat dilakukan lagi berulang-ulang, sehingga semakin sering perasaan bahagia singgah dihati dan semakin banyak alasan untuk bersyukur.
3. “Change Your Mantra”
Ubahlah kata-kata negatif yang sering diucapkan seperti “I’m a looser”, “I cant’t do it”, “Aku tak berhak mendapat yang terbaik” dan sebagainya, dengan kata-kata positif yang membangkitkan semangat.
Jika dicermati tidak ada yang istimewa dari buku “eat, love, pray” karya Elizabeth Gilberth tersebut. Tapi mengapa buku ini begitu fenomenal di Amerika hingga dalam 1 minggu saja terjual 35.000 copy. Katanya sih di Amerika sana banyak kaum perempuan mengalami tekanan dan kehilangan pegangan hidupnya dan tidak tau harus berbuat apa dengan hidup dan kehidupan serta apa tujuan hidup yang sesungguhnya.
Beruntung sekali kita para Muslimah yang telah dibekali petunjuk bagaimana harus menjalani hidup hingga tidak perlu susah payah melakukan perjalanan sampai keliling dunia segala. Saat terbangun jam 3 pagi gak perlu menangis dikamar mandi karena menyesali nasib dan merasa terbebani dengan masalah yang dihadapi dalam hidup. Cukup dengan berwuduk dan Tahajud, ketenangan akan datang dengan sendirinya.
Tak perlu jauh-jauh ke Italy mencari kesenangan hidup dan menyaksikan keindahan. Cukup dengan tadabur alam dan saksikanlah keindahan disetiap ciptaan Tuhan. Yang paling penting adalah bagaimana cara kita menikmati dan mensyukurinya, Insya Allah jiwa menjadi tenang. Begitu juga makan, Tuhan menciptakan hewan dan tumbuhan untuk kesenangan manusia, kita boleh memakan makanan yang baik dan halal. Makanlah secukupnya dan jangan berlebihan, maka semuanya akan memberikan kebaikan.
Sungguh indah ajaran dan tuntunan dalam Islam. Terimakasih Tuhan atas nikmat dan kesempatan untuk berada dibawah naungan Agama yang sungguh mulia ini.

itu kan bagi yg tak atau kurang doa
Saya pikir ini tentang bagaimana kita menyeimbangkan antara dunia dan spiritual kita. Tapi bisakah spiritualitas didapat tanpa agama? aku juga bingung…….
Syaibani yang baik… seringkali nalar, ilmu, pengetahuan, teknologi, kepercayaan bahkan agama kita konsepkan dalam tataran materi/duniawi sebagaimana akal. Padahal kemampuan akal terbatas dan tidak dapat menebus spiritualitas. Agama sebaiknya diyakini sebagai konsep keseimbangan masa kini dan nanti, kehidupan di dunia dan di akherat, antara hidup dan mati. Tak perlu bingung ya, terus… lakukan perenungan, terus… lakukan pencarian sebagaimana “eat, love, pray”. InsyaAllah akan menemukan jawaban dan pasti, hidayah akan datang…. Yakinlah….
saya juga menulis tentang eat, pray, love
Saya sebagai wanita batak muslim, menulis tidak eat, pray, love.
tetapi eat, working hardly, pray
setuju, saya tambahkan eat, work hard, pray harder…!!
fillah ^_~v
Beruntunglah kamu yg telah tahu juga bisa untuk bersabar dan bersyukur, semoga Istiqomah
Filmnya saat ini (oktober 2009) lagi dibikin di Bali, dg bintang Julia Robert
Di Italia, ia menemukan makanan
di India, ia menemukan doa-doa
dan di Bali Indonesia, ia menemukan CINTA…
…
Oh… betapa cintanya Allah pada Indonesia…
Terima kasih ya Allah…
Salam semuanya
baguss blog nya cute
gilbert adalah orang jujur yg sbenarnya sudah di hadapi orang2 (bukan wanita di amerika)di dunia.sesungguh nya Mr. Ketut Liyer adalah orang hebat yang ada di bali,kalau tidak mana mungkin orang sekaya, sejenius Gilbert bisa datang ke ubud dan berguru pada ketut liyer,Thanks Ms. Gilbert. your story like dew in the morning!!!
thanks to ALLAH untuk kebesaran-NYA, dan elizabeth gilbert untuk ceritanya, indonesia jdi bisa unjuk gigi lagi di belahan dunia semoga filmnya laris manis biar indonesia makin dikenal lagi didunia………….
MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, MERDEKA!!!!!!
HEMMM… Sepertinya kita harus melihat syutingnya ke bali biar tahu bagaimana pembuatan film tersebut hingga nanti kita isa belajar membuat film sukses kayak sutradara peraih oskar tsb.
Kunjungi artis gila seks di Artis gila seks
Setelah syutingnya boleh ga yah minta tanda tangannnya buat nambah koleksi saya di rumah?
http://www.bokepartis.com
Aku lagi penasaran ama bukunya, sore tadi aku sore nyari2 toko buku deket rumahku nggak nemu, besok rencananya mau melanjutkan perburuan,
tapi kalau Mbak punya bukunya dan mau di kasih ke saya ya Alhamdulillah saya akan sangat bersyukur..
saya pernah baca bukunya langsung (hasil minjem dari adik tingkat dulu). buku itu hadiah kiriman temen bulenya di Canada (lucky her).
well, bukunya emang unik karena setiap bagian membawa kita ke nuansa yang sama sekali berbeda dan totally unique.
di bagian eat (di Italy) saya merasa ikutan liburan, terbawa suasana yang Gilbert ciptaan dari rangkaian kata2nya yang mengalir polos meski banyak disisipi metafora bahasa yang cukup kaya dan lucu…
nah, tiba di bagian kedua, saya seperti melihat diri saya sendiri. seperti bercermin, singkatnya. sebagai seorang penganut Hindu, saya merasa dibawa dekat dengan aura spiritualitas di India yang kental. terutama didukung oleh background ashram nya yang diceritakan dengan detail yang membuat penasaran.
tiba di bagian terakhir, di bali. hanya ada satu kesan yang saya rasakan: kecewa. kenapa? karena saya merasa Gilbert kurang imbang dalam memberi gambaran akan kehidupan kultural masyarakat Bali. sebagai gadis Bali, saya merasa jengah karena begitu banyak remarks yang dia buat tanpa dasar research yang kuat sehingga hanya menghasilkan stereotipe dan generalisasi yang terlalu berlebihan…
sekelumit contohnya adalah di bagian dia menceritakan tentang hubungannya dengan seorang wanita bali (single parent) yang dia bantu secara finansial..diceritakan dalam bukunya, Gilbert membantu Wayan untuk membeli rumah.
sayang sekali saya tidak bisa memberikan kutipan langsung dari bukunya (si empunya buku sedang di Amrik untuk pertukaran pelajar) sayang sekali.
aduh dmn ya ngedapatin buku itu secara di toko buku dah ga da